Keputusan Indonesia untuk tidak menambah kekuatan suara negara berkembang yang ditawarkan Christine Lagarde, Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) sudah tepat secara ekonomi maupun politis. Secara ekonomi, kita masih membutuhkan dana yang tidak sedikit untuk membangun berbagai sektor, terutama infrastruktur. Kementerian Keuangan mencatat kebutuhan dana infrastruktur dalam lima tahun ke depan mencapai Rp 1.429 triliun. Anggaran negara sendiri hanya mampu menyediakan sekitar Rp 511 triliun, sedangkan sisanya berasal dari swasta dan badan usaha milik negara.
Secara politis, IMF juga sama sekali tidak menguntungkan. Lembaga keuangan ini terbukti lebih berpihak kepada negara-negara Eropa. Sejarah mencatat betapa kerja sama dengan IMF justru memasukkan Indonesia pada lilitan utang dengan 50 persyaratan ketat yang bermuara pada lepasnya berbagai aset-aset nasional.
http://old.indonesiafinancetoday.com/read/10812/Kurangi-Ketergantungan
Sukseskan Chiang Mai Initiative, Kurangi Ketergantungan IMF
Prioritaskan Chiang Mai Initiative
Multilateralization (CMIM), Indonesia menandaskan perlunya peningkatan
dana yang dikumpulkan dalam skema tersebut serta mengurangi
ketergantungan kepada International Monetary Fund (IMF). Hal tersebut
dibahas oleh para kepala negara Asean+3 Commerative Summit, kemarin
(19/11) di Kamboja.
Menurut Staf Khusus Presiden bidang Hubungan Internasional Teuku Faizasyah, yang dikutip dari laman presidenri.go.id,
bahwa dalam kerangka ini, Indonesia menggarisbawahi sebisa mungkin
mengurangi keterkaitan dengan IMF sehingga CMIM itu menjadi satu
kerangka utama di kawasan.
Ia juga mengatakan bahwa perdagangan,
investasi, serta konektiviatas juga merupakan hal yang harus terus
ditingkatkan. Konektivitas APT tidak hanya berlaku pada Asia Timur,
namun dapat berkembang ke kawasan yang lebih besar.
http://wartaekonomi.co.id/berita6365/sukseskan-chiang-mai-initiative-kurangi-ketergantungan-imf.html
Kesimpulan & Solusi :
Dari kedua tema diatas dapat disimpulkan bahwa Indonesia memang membutuhkan dana bantuan pada IMF, namun dengan demikian justru Indonesia dirugikan dengan bunga yang berlipat ganda, bahkan Indonesia sampai harus melepaskan berbagai aset-aset nasional.
Dan upaya dalam mengurangi ketergantungan kepada IMF yang dibahas oleh para kepala negara Asean+3 Commerative Summit telah tepat, sehingga CMIM menjadi satu kerangka utama dikawasan. Dan perdagangan, investasi, serta konektivitas juga merupakan hal yang harus ditingkatkan.
Indonesia harus benar-benar berupaya untuk mengurangi ketergantungan pada IMF, agar tidak terlilit hutang yang begitu besar, yang mengakibatkan Indonesia merugi karena harus menjual berbagai aset-aset internasional.
Dampak Negatif :
1. Indonesia sangat ketergantungan pada IMF, yang pada akhirnya merugikan untuk Indonesia.
2. Indonesia melepas berbagai aset-aset nasional untuk mengurangi hutang kepada IMF.
Dampak Positif :
1. Upaya untuk mengurangi ketergantungan pada IMF berdampak positif.
2. Meningkatkan perdagangan, investasi, serta konektivitas berdampak positif untuk Indonesia dan negara lain.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar